Oase di Musim Kemarau: Aksi Berkelanjutan Lazismu Tanah Laut Salurkan Air Bersih untuk Warga

PELAIHARI – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut menjadi ujian tersendiri bagi masyarakat. Sumur-sumur mulai mengering hingga dasar tanah tampak retak, membuat pasokan air untuk kebutuhan harian rumah tangga kian menipis. Merespons kondisi tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Tanah Laut kembali hadir membawa kesejukan bagi umat melalui program distribusi air bersih gratis.
Langkah nyata filantropi Islam ini salah satunya menyasar warga Desa Bumi Jaya, RT 01A, Kecamatan Pelaihari pada Rabu (9/9/2026). Di bawah komando Ketua Lazismu Tanah Laut, Abdul Haris, pendistribusian dirancang dengan sangat memudahkan masyarakat, yakni dikirim langsung ke rumah-rumah warga. Tim relawan Lazismu membentangkan selang panjang untuk mengisi langsung tandon-tandon air, sehingga warga tidak perlu bersusah payah mengangkut beban air dari titik kumpul.
Aksi kepedulian ini bergerak secara masif. Dalam satu hari, tim Lazismu mampu melakukan 10 hingga 12 kali rit distribusi. Selama sekitar sepuluh hari pelaksanaannya, tercatat sudah ada 100 tandon air warga yang berhasil diisi, dengan masing-masing tandon berkapasitas 1.200 liter.
Pasokan air bersih yang membawa berkah ini bersumber dari bak penampungan milik BPK Arisa. Daya jangkau distribusinya pun cukup luas, bahkan menyentuh titik terjauh di Desa Bingkulu, Kecamatan Tambang Ulang.
Program sedekah air bersih ini sejatinya merupakan agenda rutin kemanusiaan Lazismu Tanah Laut yang telah berjalan konsisten selama empat tahun terakhir, khususnya saat musim kemarau tiba. Kepengurusan Lazismu yang dipimpin oleh Abdul Haris juga telah menegaskan komitmennya bahwa bantuan ini diikhtiarkan akan terus berlanjut menyapa warga selama krisis air masih melanda, hingga hujan kembali membasahi bumi Tanah Laut.
Bagi masyarakat terdampak, kehadiran air bersih gratis ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga sangat meringankan beban ekonomi keluarga. Alokasi dana yang seharusnya digunakan untuk membeli air kini dapat dihemat dan dialihkan untuk kebutuhan pokok lainnya.
Alhamdulillah, semoga setiap tetes air yang disalurkan menjadi amal jariyah yang mengalirkan keberkahan, baik bagi para muzakki (donatur), pengurus dan relawan yang bertugas, maupun masyarakat yang menerimanya.
Baca Berita Lainnya

Berita Lazismu
Api Masih Menyala Kepung Kampus Uniska Handil Bakti, Lazismu Kalsel Siagakan Ambulans dan Bantuan Medis
7 Oktober 2026

Berita Lazismu
Menembus Ketinggian Meratus: Inovasi Qurban “Rendangmu” Bahagiakan Warga Desa Patikalain
22 September 2026

Berita Lazismu
Tausyiah Ketua PWM Kalsel Iringi Peletakan Batu Pertama Masjid Al-Maa’uun Kotabaru
20 September 2026
